Skintific Skintific Skintific

Komisi V DPR Dukung Jateng Ajukan Rp1,7 Triliun Tangani Rob Sayung

banner 468x60
Komisi V DPR Dukung Jateng Ajukan Rp1,7 Triliun Tangani Rob Sayung
Komisi V DPR Dukung Jateng Ajukan Rp1,7 Triliun Tangani Rob Sayung

Jateng Post – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengajuan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk menangani bencana rob yang kian parah di wilayah Sayung, Kabupaten Demak.

Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR ke lokasi terdampak rob di pesisir Sayung, Kamis (25/7/2025). Dalam kesempatan itu, sejumlah anggota dewan melihat langsung dampak kerusakan akibat rob yang menggenangi rumah warga, sekolah, fasilitas umum, dan jalan nasional.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI, Muhammad Aras, menyatakan bahwa penanganan rob Sayung harus masuk dalam prioritas nasional. “Wilayah ini telah terdampak rob bertahun-tahun dan kondisinya makin kritis. Kami mendukung penuh pengajuan dana Rp1,7 triliun yang diajukan Pemprov Jateng ke Kementerian PUPR,” tegasnya.

Baca Juga : Program TMMD bangun jalan beton di lereng Sumbing di Temanggung

Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan tanggul laut, sistem drainase, dan relokasi sebagian warga yang berada di zona rawan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong percepatan pembahasan anggaran tersebut di tingkat kementerian agar bisa masuk dalam APBN 2026.

Komisi V DPR Dorong Penanganan Rob Sayung, Jateng Ajukan Dana Triliunan

Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPR dan menyebut bahwa rob di Sayung telah menyebabkan kerugian miliaran rupiah setiap tahun, serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Rob bukan hanya bencana lingkungan, tapi juga ancaman terhadap masa depan wilayah pesisir kami. Dana yang kami ajukan ini berbasis hasil kajian teknis yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait,” jelas Nana.

Selain pembangunan fisik, penanganan rob juga akan mencakup program pemberdayaan ekonomi warga, terutama nelayan dan petani tambak. Yang selama ini menjadi korban langsung bencana pasang air laut tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa rob di Sayung adalah salah satu yang terparah di Indonesia, dan membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor dan pemerintah pusat.

Masyarakat menyambut positif rencana ini dan berharap agar pengerjaan proyek dapat dimulai secepatnya. “Kami sudah lelah hidup dengan rob. Semoga bantuan ini benar-benar direalisasikan, bukan hanya janji,” ujar Wardi, warga Desa Timbulsloko.

Dengan dukungan Komisi V DPR, penanganan rob di Sayung diharapkan dapat segera terwujud, memberikan harapan baru bagi ribuan warga pesisir Demak yang selama ini hidup dalam genangan air rob setiap hari.