Jateng Post – Posbankum Jateng Literasi kembali mendapatkan perhatian setelah Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah menegaskan komitmennya memperkuat peran Pos Bantuan Hukum di desa dan kelurahan.

Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, menyampaikan langkah tersebut dalam kegiatan di Semarang. Ia menekankan bahwa posbankum harus menjadi tempat pertama yang didatangi masyarakat ketika menghadapi persoalan hukum, baik ringan maupun kompleks.
Heni menegaskan bahwa posbankum tidak cukup berfungsi sebagai ruang konsultasi. Ia ingin setiap posbankum berkembang menjadi pusat edukasi hukum yang mampu mencegah masalah sejak awal. Karena itu, Kanwil Kemenkum Jawa Tengah terus mendorong peningkatan literasi hukum masyarakat melalui berbagai program pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan intensif bagi kelompok rentan, perangkat desa, serta komunitas lokal.
Pihaknya intensif menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, organisasi bantuan hukum, serta perguruan tinggi yang memiliki fakultas hukum. Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas jangkauan edukasi agar masyarakat desa memahami hak dan kewajibannya. Dengan literasi hukum yang memadai, warga dapat mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persoalan hukum, tanpa harus menunggu masalah berkembang menjadi sengketa.
Baca Juga : Pemprov Jateng perkuat pemberdayaan ekonomi perempuan lewat Program UP2K
Selain itu, Heni juga mendorong setiap posbankum menyediakan layanan yang mudah diakses. Ia menginginkan petugas posbankum memberi penjelasan secara sederhana dan tidak kaku. Masyarakat harus merasa nyaman ketika ingin berkonsultasi terkait persoalan keluarga, tanah, administrasi, hingga kasus perdata lainnya. Menurutnya, posbankum yang aktif memberikan edukasi dapat mengurangi potensi konflik di tingkat akar rumput.
Program peningkatan literasi hukum ini juga menyasar remaja desa yang sering menjadi korban hoaks hukum di media sosial. Kanwil Kemenkum Jawa Tengah menyiapkan materi edukasi digital agar mereka mampu membedakan informasi hukum yang benar dan menyesatkan. Dengan pendekatan itu, posbankum diharapkan menjadi lebih relevan bagi generasi muda.
Melalui rangkaian komitmen tersebut, Posbankum Jateng Literasi menjadi kekuatan penting dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan mampu melindungi dirinya secara mandiri.















