Jateng Post – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan bahwa landasan pacu Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang akan segera diperpanjang. Rencana tersebut bertujuan untuk membuka peluang penerbangan internasional jarak jauh, tidak hanya sebatas rute regional di Asia Tenggara.

Sejak status internasional bandara ditetapkan kembali pada 25 April 2025, Semarang sudah resmi melayani penerbangan ke luar negeri. Penerbangan langsung perdana ke Malaysia dibuka pada 5 September 2025, sementara rute ke Singapura dijadwalkan mulai November 2025.
Infrastruktur Harus Siap
Menurut Taj Yasin, perpanjangan runway menjadi kebutuhan mendesak jika Semarang ingin bersaing dengan bandara lain di Indonesia. Dengan landasan yang lebih panjang, pesawat berbadan besar akan dapat mendarat dan lepas landas dengan aman. Hal ini tentu membuka peluang penerbangan langsung ke Timur Tengah maupun negara-negara lain di luar Asia.
Baca Juga : Gubernur Jateng minta bupati/wali kota percepat pemulihan pascademo
“Perluasan landasan ini adalah bagian dari strategi besar menjadikan Semarang sebagai pintu gerbang internasional, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal,” ujar Taj Yasin.
Kolaborasi dengan Investor
Rencana pengembangan bandara ini melibatkan kerja sama dengan PT Danantara, perusahaan yang disebut-sebut akan berperan dalam pembangunan fisik. Pemerintah daerah berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat, pengelola bandara, dan investor agar proyek berjalan lancar.
Selain perpanjangan landasan, ke depan juga akan dilakukan pembenahan fasilitas terminal dan area pendukung lain agar pelayanan kepada penumpang lebih nyaman.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Perpanjangan landasan pacu diprediksi akan membawa dampak positif terhadap perekonomian Jawa Tengah. Dengan adanya penerbangan internasional, sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi akan lebih berkembang. Wisatawan mancanegara yang sebelumnya harus transit di Jakarta atau Bali kini dapat langsung masuk melalui Semarang.
“Kalau aksesnya semakin mudah, tentu wisatawan ke Borobudur, Karimunjawa, Dieng, dan destinasi lain akan meningkat. Ini multiplier effect bagi ekonomi daerah,” tambah Wagub.
Penutup
Dengan langkah ini, Bandara Ahmad Yani diharapkan mampu bersaing sebagai salah satu bandara internasional utama di Indonesia bagian tengah. Rencana perpanjangan landasan pacu bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga strategi memperkuat posisi Jawa Tengah dalam jaringan penerbangan global.















