Skintific Skintific Skintific

Gubernur Jateng Minta Karang Taruna Kawal Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Desa

banner 468x60

Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah meminta Karang Taruna di seluruh kabupaten dan kota untuk mengambil peran lebih aktif dalam mengawal program pengentasan kemiskinan dan pembangunan desa. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Karang Taruna ke-65 Tahun 2025 yang digelar di Semarang, Senin (8/9/2025).

Ahmad Luthfi Kukuhkan Karang Taruna Jateng, Minta Kawal Pengentasan  Kemiskinan dan Pembangunan Desa - Radar Kudus
Gubernur Jateng Minta Karang Taruna Kawal Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Desa

Menurut Gubernur, Karang Taruna bukan hanya wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga harus menjadi motor sosial yang mampu menjawab tantangan pembangunan di akar rumput. “Karang Taruna hadir di desa-desa, dekat dengan masyarakat, sehingga punya posisi strategis untuk ikut mengawal program pemerintah, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pembangunan desa,” ujarnya.

Baca Juga : Ahmad Luthfi Genjot Insfrastruktur Jalan di Jateng, Pengamat Undip : Aktifkan Jembatan Timbang, Buat Aplikasi Monitoring

Gubernur menekankan bahwa persoalan kemiskinan di Jawa Tengah masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi. Karena itu, ia mendorong Karang Taruna agar lebih proaktif dalam memanfaatkan potensi desa, mendorong wirausaha pemuda, serta menghidupkan kembali gotong royong sebagai modal sosial.

Selain itu, peran Karang Taruna juga dianggap penting dalam mengawal implementasi program pembangunan desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pengelolaan dana desa, pemberdayaan UMKM lokal, hingga penguatan literasi digital bagi pemuda desa. “Kalau Karang Taruna ikut aktif, kita bisa memastikan program tepat sasaran dan memberi manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Karang Taruna Jadi Mitra Strategis Pembangunan Desa di Jawa Tengah

Sejumlah Karang Taruna desa di Jawa Tengah telah menunjukkan praktik baik, misalnya dalam pengembangan wisata desa, pertanian organik, hingga kegiatan sosial yang berbasis kepedulian lingkungan. Gubernur berharap praktik ini bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga menjadi contoh bahwa pemuda desa mampu berkontribusi nyata.

Ketua Karang Taruna Jawa Tengah menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, Karang Taruna siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan. “Kami akan terus mendorong kader Karang Taruna untuk hadir sebagai agen perubahan, bukan hanya menunggu program, tapi juga menciptakan gerakan dari bawah,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, serta sektor swasta, Karang Taruna Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi garda depan pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini diyakini akan mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mengurangi kesenjangan dan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.