Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat untuk kembali mengaktifkan program Jogo Tonggo dan kegiatan Siskamling. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika sosial, termasuk potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing merupakan salah satu upaya efektif untuk mendeteksi dan mencegah berbagai kerawanan sejak dini. “Partisipasi warga sangat penting, jangan sampai kita terlambat menyadari adanya potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Baca Juga : Pemprov Jateng tekankan upaya kolaboratif wujudkan zero TBC pada 2030
Peran Jogo Tonggo sebagai Sistem Deteksi Sosial
Nana menjelaskan bahwa Jogo Tonggo, yang lahir saat masa pandemi, terbukti efektif memperkuat solidaritas warga dan mempercepat respons terhadap situasi darurat. Ia menilai semangat gotong royong yang tumbuh dari program ini perlu dihidupkan kembali, bukan hanya untuk persoalan kesehatan, tetapi juga untuk masalah sosial dan keamanan.
“Jogo Tonggo jangan hanya berhenti di pandemi. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosialnya harus terus kita hidupkan agar lingkungan kita lebih tangguh,” katanya.
Selain itu, Nana juga menggarisbawahi pentingnya pembinaan dari aparat desa, kelurahan, dan pihak kepolisian dalam mengoptimalkan peran kelompok masyarakat di tingkat RT/RW.
Siskamling Didorong Lebih Aktif
Selain Jogo Tonggo, Gubernur juga meminta kegiatan Siskamling di lingkungan pemukiman diaktifkan kembali secara rutin. Ia menilai kegiatan ronda malam bukan hanya simbol keamanan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwarga.
“Ronda malam jangan dipandang sebagai kewajiban yang memberatkan, tapi sebagai bagian dari kepedulian kita menjaga kampung sendiri,” tutur Nana. Ia menyebutkan bahwa kehadiran warga secara bergiliran di pos kamling dapat menjadi bentuk nyata pengawasan sosial sekaligus mencegah tindak kriminalitas.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Nana berharap pengaktifan kembali Jogo Tonggo dan Siskamling menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen warga.
“Kalau semua bergerak bersama, potensi konflik maupun kejahatan bisa ditekan. Kita ingin lingkungan yang aman, kondusif, dan penuh kepedulian sosial,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Jawa Tengah.















