Skintific Skintific Skintific

Ahmad Luthfi Minta Industri Jasa Keuangan Gerakkan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

banner 468x60

Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong industri jasa keuangan (IJK) untuk berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian berbasis desa. Menurutnya, IJK dapat memfasilitasi penyaluran kredit ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok usaha masyarakat, serta koperasi desa atau kelurahan, khususnya Koperasi Merah Putih.

Ahmad Luthfi Dorong Industri Jasa Keuangan Gerakkan Ekonomi Desa – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Ahmad Luthfi Minta Industri Jasa Keuangan Gerakkan Ekonomi Desa di Jawa Tengah

Luthfi menekankan bahwa kehadiran IJK hingga ke pelosok desa sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang merata.

Dorong Relaksasi dan Dukungan untuk UMKM

Luthfi menyebutkan bahwa jumlah pelaku UMKM di Jawa Tengah mencapai hampir 4,2 juta. Ia berharap industri jasa keuangan memberikan kemudahan akses permodalan, termasuk skema relaksasi kredit dan bantuan keuangan, agar pelaku UMKM dapat tumbuh lebih pesat. Menurutnya, penguatan sektor UMKM akan menciptakan efek domino yang mampu menggerakkan perekonomian dari desa hingga ke kota, sehingga ketimpangan ekonomi dapat ditekan.

Baca Juga : Koperasi Desa Merah Putih semangat baru membangun desa

Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Baru

Selain UMKM, Gubernur Luthfi juga menyoroti peran penting Koperasi Merah Putih yang kini jumlahnya telah mencapai 8.520 unit berbadan hukum di seluruh Jawa Tengah. Ia mencontohkan beberapa koperasi desa yang telah memiliki hingga tujuh gerai layanan lengkap, meski masih ada pula yang baru memiliki beberapa gerai saja. Menurutnya, koperasi desa ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang melibatkan langsung masyarakat sebagai anggota dan pemilik.

Sinergi Aparat untuk Kawal Ekonomi Desa

Dalam menggerakkan ekonomi berbasis desa, Luthfi juga melibatkan aparat TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) untuk memantau langsung perkembangan di lapangan. Ia menegaskan perlunya sinergi lintas sektor agar program penguatan ekonomi desa berjalan efektif dan tepat sasaran.

Evaluasi Kinerja IJK Jadi Panduan

Luthfi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2025 mencapai 5,28 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ia berharap capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, salah satunya melalui evaluasi kinerja IJK Semester I 2025 yang digelar di Semarang. Ketua Dewan Audit merangkap anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena dan Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo menyatakan komitmen mendukung penuh visi misi Pemprov Jateng dalam membangun ekonomi berbasis desa agar pertumbuhan ekonomi dapat berkelanjutan.