Jateng Post — Provinsi Jawa Tengah kembali menjadi magnet bagi investasi asing. Kali ini, Pemerintah Pakistan menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modal di wilayah tersebut. Ketertarikan itu diungkapkan oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, di Semarang, Jumat (31/10/2025).

“Pakistan dan Indonesia menikmati hubungan persaudaraan yang sangat baik. Ada niat baik dan cinta yang luar biasa untuk saudara-saudari Indonesia,” ujar Dubes Zahid Hafeez Chaudhri dalam pertemuan tersebut.
Minat Investasi di Sektor Pertanian dan Energi
Dalam pertemuan itu, Dubes Pakistan mengungkapkan bahwa negaranya tertarik untuk menjajaki kerja sama investasi di sektor pertanian, energi, dan tekstil yang menjadi kekuatan utama Jawa Tengah. Menurutnya, provinsi ini memiliki potensi besar dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dan tenaga kerja yang kompetitif.
“Kami melihat banyak peluang kerja sama ekonomi yang bisa dikembangkan, termasuk investasi di bidang pertanian berkelanjutan dan energi terbarukan,” tambah Zahid.
Selain itu, Pakistan juga ingin memperluas kerja sama perdagangan antar pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dari kedua negara melalui forum bisnis dan misi dagang yang akan dijadwalkan pada 2026.
Baca Juga : Kanwil Kemenkum Jateng harmonisasi enam Raperbup Cilacap
Pemerintah Jateng Sambut Positif
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyambut baik minat investasi tersebut dan menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Jateng untuk memfasilitasi investor asal Pakistan.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin bekerja sama di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi siap memberikan kemudahan perizinan, infrastruktur, dan pendampingan agar investasi dapat berjalan lancar,” kata Nana.
Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki sejumlah kawasan industri strategis seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Wijayakusuma Industrial Park (WIP) yang telah siap menampung investasi asing.
Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Pakistan
Kunjungan diplomatik ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade. Selain bidang ekonomi, kedua pihak juga membahas kerja sama di sektor pendidikan, budaya, dan pariwisata.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan ekonomi, tetapi juga memperkuat persaudaraan antar bangsa,” ujar Dubes Zahid.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata dan komitmen untuk menindaklanjuti peluang investasi melalui pertemuan teknis antara perwakilan Pemerintah Pakistan dan Pemprov Jawa Tengah dalam waktu dekat.















