Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat dijalankan oleh pemerintah daerah secara tunggal. Menurutnya, percepatan penanganan kemiskinan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri.

Penegasan ini disampaikan Luthfi dalam Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat 2025 yang berlangsung di Banyumas, Kamis (13/11/2025). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, serta jajaran komandan satuan kewilayahan dari seluruh Indonesia.
TNI–Polri Turut Berperan dalam Program Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan bahwa TNI dan Polri memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama di sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Butuh gotong royong. TNI dan Polri selama ini bertugas tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga membantu program-program kerakyatan di level desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya.
Luthfi menambahkan bahwa Jawa Tengah terus memperkuat koordinasi dengan komandan satuan kewilayahan agar program bantuan sosial, pembangunan akses jalan, hingga revitalisasi rumah tidak layak huni dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga : PLN dan HIPMI Berkolaborasi Dorong Ekonomi Daerah
Sinergi Komando Kewilayahan untuk Stabilitas dan Kesejahteraan
Apel Dansatkowil 2025 menjadi forum strategis untuk menyelaraskan tugas komando teritorial dalam mendukung pembangunan daerah. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa TNI AD siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam program lintas sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Komando kewilayahan harus memastikan kehadiran negara betul-betul dirasakan masyarakat. Termasuk dalam mendukung program pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem,” kata Maruli.
Jateng Fokus Tekan Kemiskinan Ekstrem
Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem melalui sejumlah program prioritas, seperti pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi desa, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang selama ini sudah terlibat. Tantangan masih besar, tetapi dengan sinergi, saya optimistis kita bisa mempercepat pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah,” pungkasnya.















