Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Borobudur Marathon kini semakin mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai ikon marathon dunia.
Hal itu disampaikan setelah ajang lari tahunan tersebut secara resmi masuk dalam Elite Label—kategori prestisius yang diberikan kepada marathon berskala internasional dengan standar penyelenggaraan tinggi.

Dalam pernyataannya di Magelang, Minggu, Luthfi menyebut tingkat antusiasme pelari dari dalam dan luar negeri terus meningkat setiap tahun. Pengakuan Elite Label dianggap menjadi bukti bahwa Borobudur Marathon tidak hanya diminati, tetapi juga diakui secara global.
“Dengan masuknya Borobudur Marathon dalam Elite Label, Jawa Tengah semakin diakui sebagai ikon marathon dunia. Ini adalah kebanggaan sekaligus peluang untuk memperkuat posisi kita di kancah olahraga internasional,” ujarnya.
Sport Tourism yang Menggerakkan Ekonomi Daerah
Gubernur Luthfi menekankan bahwa Borobudur Marathon memiliki dampak besar tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga pada sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan event ini mampu menggerakkan aktivitas pariwisata sekaligus memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan.
“Borobudur Marathon bukan sekadar kegiatan olahraga lari. Di dalamnya ada aktivitas wisata, ada interaksi budaya, dan ada perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, terutama UMKM,” katanya.
Baca Juga : Nofeldi dan Dwi Tiansi juarai Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
Banyak peserta marathon datang lebih awal atau tinggal lebih lama untuk menikmati keindahan Candi Borobudur dan destinasi lain di Magelang, sehingga memberikan kontribusi signifikan pada sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi.
Agenda Tahunan yang Menyatu dengan Budaya Lokal
Luthfi menuturkan bahwa Borobudur Marathon telah menjadi agenda tahunan yang mendapat tempat khusus di hati masyarakat. Event ini disebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi pelari elite, tetapi juga menjadi wadah perayaan budaya dan kebersamaan.
“Borobudur Marathon sudah menyatu dengan budaya masyarakat setempat. Semangat gotong royong dan keramahan warga menjadi kekuatan utama acara ini,” tambahnya.
Masyarakat Magelang setiap tahun turut berpartisipasi sebagai relawan, penyedia homestay, pengisi atraksi budaya, hingga pelaku usaha yang menyediakan produk lokal untuk peserta.
Dorongan untuk Terus Tingkatkan Kualitas
Gubernur berharap predikat Elite Label menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Ia juga mengajak kabupaten/kota lain di Jawa Tengah belajar dari kesuksesan Borobudur Marathon dalam mengembangkan sport tourism yang berkelanjutan.
“Kita harus menjaga kualitas, memperluas kolaborasi, dan memastikan Borobudur Marathon selalu menghadirkan pengalaman terbaik bagi peserta dari seluruh dunia,” ujarnya.















