Jateng Post — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak para pengusaha Tionghoa untuk turut berperan aktif dalam membangun ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di wilayahnya.
Menurutnya, kebangkitan ekonomi Jawa Tengah pascapandemi tidak bisa hanya bertumpu pada sektor pemerintahan, tetapi memerlukan sinergi kuat dengan kalangan dunia usaha, terutama para pelaku ekonomi yang selama ini memiliki jaringan luas dan pengalaman bisnis yang kuat.

Sinergi Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Daerah
Dalam sambutannya di acara silaturahmi bersama pengusaha Tionghoa di Semarang, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi lintas etnis dan sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif para pengusaha, termasuk komunitas Tionghoa, yang selama ini telah banyak berkontribusi dalam dunia perdagangan dan industri,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci utama kebangkitan ekonomi Jawa Tengah yang tangguh dan inklusif.
Baca Juga : Gunung Slamet Jadi Magnet Baru Sport Tourism Jateng
Pengusaha Tionghoa Dianggap Pilar Perekonomian
Ahmad Luthfi menilai para pengusaha Tionghoa memiliki peran penting dalam membangun fondasi ekonomi daerah. Melalui pengalaman dan jejaring bisnis yang kuat, mereka diharapkan mampu membantu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor UMKM lokal. “Kita ingin membangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata. Keterlibatan pengusaha Tionghoa diharapkan mampu memperluas akses dan kesempatan bagi masyarakat,” kata Gubernur.
Fokus pada Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Lebih lanjut, Gubernur menekankan arah pembangunan ekonomi Jawa Tengah ke depan akan berfokus pada transformasi ekonomi hijau, digitalisasi usaha, dan pemberdayaan UMKM berbasis teknologi. Ia berharap, para pengusaha Tionghoa dapat menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan menanamkan investasi di sektor-sektor produktif seperti energi terbarukan, industri kreatif, dan pariwisata berkelanjutan.
Wujudkan Jawa Tengah Sebagai Pusat Pertumbuhan Baru
Gubernur Ahmad Luthfi menutup sambutannya dengan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Ia juga mengapresiasi kontribusi komunitas Tionghoa yang selama ini tidak hanya bergerak di bidang bisnis, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Mari kita bangun Jawa Tengah yang maju, inklusif, dan sejahtera bersama-sama,” pungkasnya.















