Skintific Skintific Skintific

Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Bencana

banner 468x60

Jateng Post  — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana alam, terutama tanah longsor, yang dapat terjadi di wilayah masing-masing. Seruan ini disampaikan menyusul peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Cilacap, yang menyebabkan korban jiwa dan hilangnya puluhan warga.

Gubernur Jateng Minta Warganya Tingkatkan Kewaspadaan Ancaman Bencana
Gubernur Jateng Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Bencana

Waspada di Daerah Rawan Bencana

Dalam keterangannya yang diberikan pada Sabtu (15/11/2025), Gubernur Luthfi menyebutkan bahwa bencana alam, seperti tanah longsor, sering kali melanda daerah-daerah dengan kontur perbukitan atau pegunungan yang rawan terjadi pergerakan tanah. Oleh karena itu, masyarakat di kawasan-kawasan tersebut diminta untuk lebih waspada, terutama saat musim hujan yang meningkatkan potensi bencana.

“Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama di daerah-daerah yang berada di pegunungan dan rawan longsor. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memitigasi potensi bencana tersebut,” kata Gubernur Luthfi.


Tanah Longsor di Cilacap: Korban Jiwa dan Hilangnya Puluhan Warga

Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, mengakibatkan korban jiwa dan puluhan warga hilang. Kejadian tersebut menambah panjang daftar bencana alam yang menimpa wilayah Jawa Tengah, khususnya yang melibatkan ancaman tanah longsor.

“Bencana di Cilacap sangat memilukan. Kami turut berduka cita atas korban jiwa dan hilangnya puluhan warga. Tim SAR dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi,” ujar Luthfi, yang menyatakan pemerintah provinsi siap memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Baca Juga : Tiga orang meninggal dan 20 lainnya masih dalam pencarian akibat longsor di Majenang


Langkah Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana

Gubernur Luthfi menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan langkah-langkah mitigasi bencana dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bencana alam. Salah satunya adalah melalui pelatihan tanggap bencana serta penyuluhan mengenai tanda-tanda ancaman bencana alam.

“Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana, baik dalam hal peralatan maupun sumber daya manusia, agar bencana bisa dicegah atau ditangani lebih cepat,” jelas Luthfi.


Peringatan Dini dan Kerjasama Antar Daerah

Peringatan dini juga menjadi salah satu strategi penting dalam mencegah terjadinya korban jiwa akibat bencana alam. Selain itu, Luthfi mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat untuk menghadapi potensi bencana alam di masa yang akan datang.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda alam dan segera melaporkan potensi bencana kepada petugas terkait. Pemerintah daerah juga akan terus memperkuat jaringan komunikasi dan koordinasi dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.


Dengan seruan kewaspadaan ini, Gubernur Luthfi berharap agar bencana tanah longsor yang menimpa Cilacap tidak terulang dan seluruh masyarakat di Jawa Tengah dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah mereka.