Skintific Skintific Skintific

Gubernur Jateng Pastikan Penambahan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca

banner 468x60

Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa dalam waktu dekat akan ada penambahan satu unit pesawat guna memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Atasi Bencana Banjir, Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca akan Ditambah – Halo  Semarang
Gubernur Jateng Pastikan Penambahan Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir perlu direspons dengan langkah teknis dan cepat. OMC, yang selama ini dijalankan melalui kerja sama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, dan BMKG, dinilai efektif dalam mengendalikan curah hujan di sejumlah wilayah rawan bencana di Jawa Tengah.

“Dalam waktu dekat, akan datang satu tambahan pesawat untuk memperkuat armada operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah. Kita ingin memastikan langkah mitigasi berjalan optimal agar masyarakat tidak terdampak parah,” ujar Luthfi di Semarang, Rabu (29/10).

Baca Juga : Pemprov Jateng dukung pelibatan gen-Z cegah korupsi

Perkuat Koordinasi Antarlembaga

Selain penambahan pesawat, Gubernur menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama dengan BNPB, BMKG, dan pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, data prakiraan cuaca dari BMKG akan menjadi dasar dalam menentukan area prioritas penyemaian garam guna mengurangi intensitas hujan.

“Setiap daerah memiliki karakteristik curah hujan dan topografi yang berbeda. Karena itu, sinergi data sangat penting agar pelaksanaan modifikasi cuaca tepat sasaran,” jelasnya.

Fokus di Daerah Rawan Banjir

Sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus, dan Pati menjadi prioritas utama operasi ini. Daerah-daerah tersebut kerap mengalami banjir ketika curah hujan meningkat tajam. Luthfi berharap, dengan tambahan armada pesawat dan penguatan koordinasi, dampak bencana dapat ditekan secara signifikan.

“Kita tidak bisa mencegah hujan sepenuhnya, tapi bisa mengatur waktu dan lokasi turunnya agar tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat,” kata Luthfi.

Dorong Kesiapsiagaan Masyarakat

Selain langkah teknis, Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Pemerintah daerah, katanya, akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi dan posko siaga bencana di tiap kabupaten/kota.

“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci. Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan warga, kita bisa meminimalkan dampak dari perubahan cuaca ekstrem,” pungkasnya.