Jateng Post – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa wilayahnya merupakan salah satu penopang utama produksi cabai nasional. Berdasarkan data, Jawa Tengah menyumbang sekitar 15,9 persen dari total produksi cabai di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri panen raya cabai rawit merah di Desa Bayusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (22/9/2025).

Menurutnya, peran Jawa Tengah sangat signifikan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan cabai, terutama menjelang masa-masa tertentu yang kerap memicu inflasi. “Artinya, Jawa Tengah ini cukup kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas cabai,” tegasnya.
Potensi Ekonomi Petani Cabai
Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan data bahwa terdapat sekitar 2.000 petani cabai di Kabupaten Magelang yang menggarap lahan seluas 400 hektare. Jika seluruhnya berhasil panen, potensi nilai ekonomi yang dihasilkan bisa mencapai Rp4,2 miliar.
Baca Juga : Jawa Tengah surplus 1,57 juta ton beras hingga oktober 2025
Hal ini menunjukkan bahwa cabai tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga, tetapi juga menjadi sumber penghidupan penting bagi ribuan keluarga petani di Jawa Tengah. Dengan pengelolaan yang baik, cabai mampu menjadi komoditas unggulan yang memperkuat ekonomi daerah.
Panen di Magelang Jadi Simbol
Panen raya di Desa Bayusidi menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata kepada petani. Selain Gubernur, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, kelompok tani, serta masyarakat sekitar. Panen tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan petani, tetapi juga wujud nyata kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Gubernur Luthfi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian dengan berbagai program, mulai dari penyediaan bibit unggul, akses pupuk bersubsidi, hingga perluasan akses pasar. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan penerapan teknologi pertanian agar hasil panen lebih optimal.
Harapan ke Depan
Dengan kontribusi hampir 16 persen terhadap produksi cabai nasional, Jawa Tengah diharapkan mampu menjaga konsistensi produksi sepanjang tahun. Tantangan seperti cuaca ekstrem, serangan hama, hingga fluktuasi harga tetap harus diantisipasi dengan strategi yang matang.
“Kalau produksi cabai terjaga, maka inflasi bisa dikendalikan, kesejahteraan petani meningkat, dan kebutuhan masyarakat juga terpenuhi,” ujar Luthfi.
Melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha, Jawa Tengah diharapkan semakin kokoh sebagai lumbung cabai nasional, sekaligus penggerak utama ketahanan pangan Indonesia.















