Skintific Skintific Skintific

Gubernur Jateng Tawarkan Investasi Agroindustri di Wilayah Selatan

banner 468x60

Jateng PostGubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang investasi besar di sektor agroindustri, khususnya di wilayah selatan Jateng yang dinilai masih potensial dan belum tergarap maksimal. Dalam pertemuan bersama jajaran direksi PT Danareksa di Semarang, Jumat (1/8/2025), Luthfi menekankan pentingnya mengembangkan kawasan industri berbasis potensi lokal.

“Jawa Tengah itu baru punya delapan kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu kita dorong agar tumbuh seimbang,” ujarnya.

Kembangkan Wilayah Selatan Jateng, Gubernur Tawarkan Investasi ke PT  Danareksa
Gubernur Jateng Tawarkan Investasi Agroindustri di Wilayah Selatan

Menurut Luthfi, wilayah selatan memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat strategis untuk pengembangan agroindustri. Komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, perikanan, dan garam bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. Salah satu contoh nyata adalah pengembangan ikan sidat di Kabupaten Cilacap.

Baca Juga : KAI batalkan perjalanan sejumlah KA lintas selatan Jawa

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan bahwa basis pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan idealnya adalah agroindustri.

“Wilayah utara sudah berkembang berkat adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Kawasan Industri Terpadu Batang. Maka selatan juga harus didorong dengan potensi lokal yang dimilikinya,” katanya.

Agroindustri Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jateng Selatan

Sujarwanto menyebut sejumlah komoditas potensial dari selatan, seperti kakao, kopi, dan perikanan, dapat menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi berbasis agroindustri. Dengan mendorong investasi di sektor ini, diharapkan ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan bisa diminimalisasi.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyambut positif inisiatif dari Pemprov Jateng. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengeksplorasi peluang investasi lebih dalam.

“Salah satu proyek yang relevan adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Cilacap. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan dasar industri di masa depan,” katanya.

SPAM di Cilacap dinilai sebagai infrastruktur kunci dalam membuka kawasan industri baru. Keberadaan air baku menjadi salah satu syarat mutlak keberlanjutan industri di kawasan tersebut.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan investor seperti PT Danareksa, Jawa Tengah bagian selatan diproyeksikan tumbuh menjadi pusat baru agroindustri yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.