Skintific Skintific Skintific

Jateng Berupaya Atasi Banjir Lewat Modifikasi Cuaca

banner 468x60

Jateng Post — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kota Semarang dan sekitarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca atau weather modification technology (WMT).

Atasi Banjir Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Modifikasi Cuaca -  Tribunjabar.id
Jateng Berupaya Atasi Banjir Lewat Modifikasi Cuaca

“Saya terus koordinasi dengan pusat (BMKG dan BNPB) untuk rekayasa cuaca,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Senin (27/10/2025).

Banjir Rendam Pemukiman dan Jalur Transportasi

Hujan deras dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik di Semarang. Sejumlah kawasan, seperti Genuk, Tlogosari, dan Kaligawe, terendam air dengan ketinggian mencapai 50–70 sentimeter. Genangan air juga mengganggu aktivitas warga dan melumpuhkan sebagian ruas jalan utama yang menghubungkan Semarang dengan Demak.

Pemerintah daerah bersama BPBD Jateng telah menurunkan peralatan berat, perahu karet, dan tim relawan untuk membantu evakuasi warga serta mempercepat proses penyedotan air.

Baca Juga : Gubernur Jateng pastikan bantuan korban terdampak banjir tepat sasaran

Rekayasa Cuaca Jadi Upaya Pencegahan Jangka Pendek

Modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengalihkan awan hujan dari wilayah padat penduduk menuju area yang lebih aman, seperti laut atau daerah tangkapan air. Teknologi ini dinilai efektif untuk mengurangi curah hujan ekstrem dalam jangka pendek, terutama di kawasan rawan banjir seperti pesisir utara Jawa.

“Kami berharap upaya ini bisa membantu menekan potensi banjir susulan. Namun, masyarakat juga perlu tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem,” kata Ahmad Luthfi.

Kolaborasi Antarinstansi Diperkuat

Selain koordinasi dengan BNPB dan BMKG, Pemprov Jateng juga melibatkan TNI, Polri, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dalam penanganan banjir. Fokus utama saat ini adalah mempercepat normalisasi saluran air dan memastikan pompa-pompa banjir berfungsi optimal.

Pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk menggabungkan teknologi mitigasi modern dan perencanaan tata ruang berkelanjutan sebagai strategi jangka panjang. Dengan sinergi lintas lembaga dan dukungan masyarakat, diharapkan banjir tahunan di Semarang dapat dikendalikan lebih efektif.