Skintific Skintific Skintific

Jateng Cetak Penurunan Kemiskinan Tertinggi di Jawa Semester I 2025

banner 468x60
Jateng Cetak Penurunan Kemiskinan Tertinggi di Jawa Semester I 2025
Jateng Cetak Penurunan Kemiskinan Tertinggi di Jawa Semester I 2025

Jateng Post – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan menorehkan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa pada Semester I tahun 2025. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pertengahan Juli 2025 menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Jateng berhasil ditekan hingga 0,62 persen dalam enam bulan terakhir.

Capaian ini menjadikan Jateng sebagai provinsi dengan penurunan angka kemiskinan paling signifikan dibanding provinsi lain di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Banten. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menanggulangi kemiskinan secara komprehensif.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyampaikan bahwa berbagai program pro-rakyat menjadi kunci keberhasilan ini. Program padat karya, bantuan sosial tepat sasaran, pemberdayaan UMKM, serta digitalisasi ekonomi desa disebut sebagai faktor utama yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan dan peningkatan keterampilan. Pendekatan ini terbukti efektif menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Nana Sudjana dalam konferensi pers di Semarang, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga : Tekad Gubernur Luthfi Majukan Jateng Usai Raih detikJateng-Jogja Awards

Jawa Tengah Jadi Contoh, Sukses Tekan Kemiskinan Semester Pertama 2025

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah turut memperkuat dampak program-program pengentasan kemiskinan. Pemerintah desa juga dilibatkan aktif dalam merancang kebijakan lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

BPS mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di Jateng pada Semester I 2025 mencapai 9,24 persen dari total populasi, menurun dari 9,86 persen pada akhir 2024. Penurunan ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga merata hingga pedesaan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro, Dr. Widodo Santoso, menyebut Jateng sebagai role model nasional dalam penanggulangan kemiskinan. “Pendekatan inklusif dan berbasis data menjadikan Jateng unggul dalam mengelola program sosial yang berorientasi hasil,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan tren positif ini melalui program jangka menengah yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.

Capaian ini memperkuat posisi Jateng sebagai provinsi yang progresif dalam pembangunan sosial. Sekaligus menegaskan bahwa upaya serius dan terukur dapat membawa perubahan nyata dalam mengurangi kemiskinan.