Skintific Skintific Skintific

Jateng Dapat Bantuan Hilirisasi Perkebunan Rp135 M dari Kementan, Desember Harus Habis

banner 468x60

Jateng Post – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat kucuran bantuan sebesar Rp135 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung program hilirisasi sektor perkebunan. Anggaran tersebut dialokasikan bagi sejumlah kabupaten sentra perkebunan dan wajib terserap maksimal hingga Desember 2025.

InfoPublik - KEBUN BIBIT RAKYAT
Jateng Dapat Bantuan Hilirisasi Perkebunan Rp135 M dari Kementan, Desember Harus Habis

Bantuan ini diberikan sebagai langkah nyata pemerintah pusat dalam mempercepat transformasi komoditas perkebunan dari sekadar bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Program hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta memberi dampak langsung bagi kesejahteraan petani.

Baca Juga : Menolak Dirawat Inap, Pasien RSUD Salatiga Nekat Melompat dari Lantai 4 Ruang Flamboyan

Kepala Dinas Perkebunan Jateng menjelaskan, dana Rp135 miliar itu akan digunakan untuk pembangunan sarana pengolahan hasil, pelatihan petani, penguatan kelembagaan, hingga penyediaan alat mesin pascapanen. Komoditas yang menjadi prioritas meliputi kopi, kakao, kelapa, tebu, dan pala, yang selama ini menjadi andalan perkebunan rakyat di Jawa Tengah.

“Target kami jelas, dana harus selesai terserap sebelum akhir tahun. Kementan menekankan agar anggaran ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, bukan sekadar proyek formalitas,” tegasnya.

Jawa Tengah Fokus Hilirisasi Perkebunan

Pemerintah Provinsi Jateng pun memastikan akan melakukan pengawasan ketat agar penggunaan dana sesuai aturan. Setiap kabupaten penerima diwajibkan membuat laporan realisasi secara berkala. “Kami tidak ingin ada yang bermain-main. Jika ada penyimpangan, konsekuensinya jelas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kementan menyebut, Jawa Tengah dipilih karena memiliki potensi besar di sektor perkebunan sekaligus komitmen kuat dalam mendorong hilirisasi. Menurutnya, tanpa pengolahan yang baik, hasil perkebunan hanya akan dijual murah, sementara nilai tambahnya dinikmati pihak lain.

Petani menyambut baik bantuan ini. Sejumlah kelompok tani berharap, program hilirisasi bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan. “Kalau sebelumnya kami hanya jual kopi dalam bentuk gelondongan, dengan adanya alat pengolahan bisa produksi kopi bubuk sendiri. Harganya tentu lebih tinggi,” kata salah seorang petani kopi dari Temanggung.

Dengan dukungan Rp135 miliar ini, pemerintah daerah optimistis Jawa Tengah mampu menjadi pusat hilirisasi perkebunan di Indonesia, sekaligus contoh sukses bagaimana anggaran negara digunakan tepat sasaran untuk kesejahteraan rakyat.