Jateng Post — Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan kiprah gemilang di dunia olahraga pelajar nasional. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI yang digelar di Jakarta, Jawa Tengah berhasil menempati posisi runner up nasional, di bawah tuan rumah DKI Jakarta yang keluar sebagai juara umum.

Ketua Pengurus Besar Popnas dan Peparpenas 2025, Andri Yansyah, mengumumkan hasil tersebut dalam acara penutupan di Jakarta, Minggu (9/11/2025) malam. Berdasarkan hasil akhir perolehan medali, DKI Jakarta mencatat dominasi dengan 101 medali emas, sementara Jawa Tengah mengumpulkan 58 emas, 39 perak, dan 56 perunggu, disusul Jawa Barat di posisi ketiga.
Konsistensi dan Regenerasi Atlet Muda
Keberhasilan Jawa Tengah menjadi runner up dinilai sebagai bukti keberlanjutan pembinaan atlet muda di daerah tersebut. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agus Riyanto, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pelatih, sekolah, serta dukungan pemerintah provinsi.
Baca Juga : Pati gelar pertunjukan 20 dalang cilik untuk lestarikan wayang kulit
“Jawa Tengah tetap konsisten menjadi salah satu kekuatan utama olahraga pelajar di Indonesia. Kami bangga dengan semangat juang para atlet muda yang telah mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Agus juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kualitas performa dan semangat sportivitas yang ditunjukkan para atlet. “Setiap ajang menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter dan mental juara. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga Jawa Tengah,” tambahnya.
Capaian Paralimpik Jadi Sorotan Positif
Selain di Popnas, Jawa Tengah juga tampil impresif di ajang Peparpenas XI, dengan kontribusi besar dari atlet pelajar difabel. Mereka sukses membawa pulang sejumlah medali emas di cabang atletik, renang, dan tenis meja, sekaligus menunjukkan komitmen provinsi ini terhadap kesetaraan dan inklusi olahraga.
“Kami bangga, karena bukan hanya prestasi yang kami kejar, tetapi juga kesempatan yang setara bagi seluruh pelajar untuk berkompetisi. Atlet difabel Jawa Tengah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ujar Agus.
Harapan Menuju Ajang Berikutnya
Dengan posisi runner up di ajang nasional ini, Jawa Tengah menargetkan peningkatan prestasi pada gelaran Popnas dan Peparpenas berikutnya. Pemerintah daerah berencana memperkuat program pelatihan berkelanjutan serta memperluas fasilitas olahraga di berbagai kabupaten/kota.
“Target kami jelas, memperbaiki sistem pembinaan dan menyiapkan generasi atlet masa depan. Kami ingin Jawa Tengah menjadi pusat lahirnya atlet nasional berprestasi,” tegas Agus.
Penutupan Popnas dan Peparpenas 2025 berlangsung meriah dengan parade kontingen, penampilan seni budaya, dan penyerahan trofi juara umum kepada DKI Jakarta. Ajang dua tahunan ini kembali menegaskan pentingnya pembinaan olahraga pelajar sebagai pondasi prestasi olahraga nasional.















