Jateng Post – Kebakaran sumur minyak ilegal kembali menelan korban jiwa. Kali ini, peristiwa terjadi di salah satu titik pengeboran liar di wilayah Jawa Tengah, Rabu (21/8/2025) malam. Api yang membumbung tinggi sulit dipadamkan karena adanya tumpahan minyak mentah yang mudah terbakar.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka bakar serius. Para korban merupakan pekerja yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi saat ledakan terjadi.

Api Cepat Membesar
Berdasarkan keterangan warga, ledakan disertai kobaran api terdengar sekitar pukul 22.30 WIB. Api cepat membesar hingga radius puluhan meter karena minyak mentah merembes ke tanah dan mengalir ke sekitar lokasi.
Tim pemadam bersama aparat TNI dan Polri langsung dikerahkan ke lokasi. Namun, medan sulit membuat upaya pemadaman berlangsung hingga berjam-jam.
Baca Juga : Hasil Investigasi Kasus Kematian Raya yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing Akan Diumumkan Kemenkes
Aktivitas Pengeboran Ilegal Masih Marak
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan akibat aktivitas pengeboran minyak ilegal di Jawa Tengah. Praktik semacam ini kerap dilakukan tanpa standar keselamatan dan pengawasan teknis yang memadai.
Meski beberapa kali dilakukan penertiban, aktivitas pengeboran liar kembali bermunculan, terutama karena adanya kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.
Wagub Jateng Desak Pemda Perketat Pengawasan
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan belasungkawa dan meminta pemerintah kabupaten/kota lebih serius dalam mengawasi kegiatan pengeboran ilegal.
“Kami sangat prihatin. Tragedi ini tidak boleh terulang. Pemda harus memperketat pengawasan, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, serta memberikan solusi ekonomi alternatif bagi warga,” tegasnya, Kamis (22/8/2025).
Wagub menilai pengawasan tidak bisa hanya bergantung pada operasi sesekali. Dibutuhkan sistem deteksi dini dan pelibatan masyarakat agar aktivitas ilegal bisa dicegah sejak awal.
Perlunya Solusi Jangka Panjang
Pengamat energi menilai, maraknya pengeboran minyak ilegal tidak lepas dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar lokasi sumur tua. Mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan, meski harus mempertaruhkan keselamatan.
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat diharapkan menyusun program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada aktivitas berbahaya ini.
Penyelidikan Berlanjut
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat. Sementara itu, korban luka dirawat intensif di rumah sakit terdekat.
Tragedi ini diharapkan menjadi peringatan keras agar semua pihak lebih serius mengatasi persoalan sumur minyak ilegal yang berisiko tinggi.















