Jateng Post – Pemerintah Palestina menyatakan optimisme bahwa semakin banyak negara akan memberikan pengakuan resmi terhadap kedaulatan Negara Palestina. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Palestina untuk Austria, Salah Abdel Shafi, pada Rabu (30/7/2025), usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Markas PBB New York yang membahas solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.
Dubes Shafi yang juga menjabat sebagai pengamat tetap Palestina untuk PBB di Wina, mengatakan bahwa dua hal utama menjadi fokus perjuangan diplomatik Palestina saat ini. Pertama, terus mendorong semakin banyak negara untuk mengakui Negara Palestina secara resmi. Kedua, mendesak adanya peningkatan tekanan terhadap Israel, baik dalam bentuk sanksi maupun pembatasan perdagangan.

“Kami berharap dukungan terhadap Palestina akan terus tumbuh dari negara-negara anggota PBB, sehingga tekanan terhadap Israel meningkat dan bantuan kemanusiaan bisa segera masuk ke Gaza,” ujar Shafi.
Baca Juga : Trump tandatangani perintah naikkan tarif impor Brasil hingga 50%
Menurutnya, tekanan internasional ini harus dilakukan dalam kerangka gencatan senjata yang adil dan manusiawi. Dalam konteks ini, konferensi PBB menjadi titik balik penting untuk menghidupkan kembali solusi dua negara, yang menurutnya adalah satu-satunya jalan damai yang realistis untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
Solusi Dua Negara Didukung Dunia, Palestina Yakin Diakui Lebih Banyak Negara
Shafi menambahkan bahwa hasil dari konferensi ini mencakup penetapan tenggat waktu 15 bulan untuk implementasi solusi dua negara, serta pembentukan mekanisme pemantauan lanjutan yang akan memastikan pelaksanaan komitmen negara-negara yang terlibat.
“Ini merupakan kemajuan signifikan yang memperkuat posisi kami di arena internasional,” lanjutnya.
Dubes Shafi juga menyoroti meningkatnya kecemasan komunitas internasional terhadap kebijakan agresif Israel yang terus memperluas permukiman ilegal dan menekan warga sipil Palestina di wilayah pendudukan.
“Israel secara terang-terangan mencoba mengubur solusi dua negara. Oleh karena itu, komunitas internasional tidak bisa lagi diam. Harus ada langkah nyata untuk menyelamatkan perdamaian,” tegasnya.
Pengakuan terhadap Palestina telah menjadi isu penting dalam diplomasi global. Terutama setelah sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin mulai mengakui kedaulatan Palestina secara resmi. Palestina berharap. Dukungan tersebut bisa menjadi modal kuat untuk menekan Israel menghentikan kekerasan dan membuka akses bantuan ke Gaza, yang hingga kini masih mengalami krisis kemanusiaan.















