Skintific Skintific Skintific

Pemprov Jateng Gandeng Pemerintah Pusat Tangani Dampak Banjir untuk Jangka Menengah dan Panjang

banner 468x60

Jateng Post Pemprov Jateng menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan jangka menengah dan panjang guna mencegah kejadian banjir serupa di masa mendatang. Genangan banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak kini berangsur surut. Meski kondisi mulai membaik, pemerintah daerah memastikan langkah mitigasi tetap berjalan, termasuk perbaikan infrastruktur drainase dan peningkatan kapasitas kolam retensi di titik-titik rawan banjir.

Banjir Semarang Mulai Surut, Pemprov Jawa Tengah Gandeng Pusat Lakukan  Penanganan Jangka Menengah dan Panjang - Kabarku
Pemprov Jateng Gandeng Pemerintah Pusat Tangani Dampak Banjir untuk Jangka Menengah dan Panjang

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengatakan bahwa penanganan pascabanjir tidak hanya difokuskan pada pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada upaya mitigasi bencana dan perbaikan sistem tata air. Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah pusat menjadi langkah strategis agar solusi yang diterapkan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, BNPB, dan BMKG untuk menangani dampak banjir secara menyeluruh. Fokus kami tidak hanya pada tanggap darurat, tetapi juga pada perencanaan jangka menengah dan panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Nana.

Sejumlah langkah konkret telah mulai dilakukan, di antaranya normalisasi sungai dan saluran air utama di wilayah rawan banjir, seperti Sungai Tenggang, Banjir Kanal Timur, dan sejumlah titik di Demak yang kerap menjadi langganan genangan. Selain itu, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pembangunan kolam retensi dan peningkatan kapasitas drainase di kawasan perkotaan.

Baca Juga : Pemprov Jateng dan ChildFund Kembangkan Program Perlindungan dan Pemberdayaan Anak

Pemprov Jateng Tegaskan Komitmen Atasi Banjir Jangka Panjang

Nana menjelaskan, keterlibatan pemerintah pusat sangat penting mengingat skala dan kompleksitas permasalahan banjir di wilayah pantura Jawa Tengah. Oleh karena itu, beberapa proyek infrastruktur pengendalian banjir akan diintegrasikan dengan program nasional, termasuk penguatan tanggul laut (sea wall) dan proyek penataan kawasan pesisir.

“Sinergi ini sangat dibutuhkan karena sebagian besar sumber banjir di Semarang dan Demak bersifat lintas wilayah. Kita perlu pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai sektor dan level pemerintahan,” tambahnya.

Selain penanganan infrastruktur, Pemprov Jateng juga mendorong peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga daerah resapan air. Program edukasi kebencanaan pun akan terus digalakkan melalui sekolah dan komunitas masyarakat.

Pemprov berharap, dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat, permasalahan banjir di Jawa Tengah dapat diatasi secara tuntas. Langkah-langkah jangka menengah dan panjang ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian banjir yang lebih tangguh, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.