Skintific Skintific Skintific

Pemprov Jateng Perluas Desalinasi untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

banner 468x60

Jateng Post – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini diperluas adalah program desalinasi, yakni teknologi pengolahan air payau atau air laut menjadi air layak konsumsi.

Permudah Akses Air Bersih Layak Konsumsi, Pempov Jateng Perluas Jangkauan  Program Desalinasi
Pemprov Jateng Perluas Desalinasi untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Terbaru, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, didampingi Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Suharnomo, meresmikan program desalinasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (30/9/2025). Kehadiran instalasi ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut dan keterbatasan sumber air tawar.

Baca Juga : 100 hari kinerja Luthfi – Taj Yasin, realisasikan desalinasi

Menurut Gubernur Luthfi, proyek desalinasi di Demak tersebut merupakan salah satu dari empat titik prioritas yang tengah dikembangkan Pemprov Jateng bersama Undip. “Selain di Desa Banjarsari Demak, tiga titik lain ada di Kabupaten Brebes, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pati. Program ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” jelas Luthfi.

Teknologi desalinasi dinilai sangat relevan untuk wilayah pesisir yang rawan krisis air bersih akibat rob maupun intrusi air laut. Dengan adanya instalasi pengolahan, masyarakat tak lagi bergantung sepenuhnya pada air sumur atau distribusi air tangki yang sering tidak mencukupi.

Desalinasi Jadi Andalan Jateng Atasi Krisis Air Bersih Warga Pesisir

Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, keberadaan fasilitas desalinasi juga membuka peluang kerja sama lintas sektor. “Selain memenuhi kebutuhan dasar, program ini juga menjadi ruang bagi pengembangan riset dan teknologi di bidang lingkungan dan keteknikan, khususnya bersama perguruan tinggi,” ujar Taj Yasin.

Sementara itu, Rektor Undip Prof Suharnomo menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Dengan inovasi teknologi dan pendampingan akademik, Undip berupaya memastikan keberlanjutan program desalinasi di Jateng. “Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menyiapkan SDM dan sistem agar pengelolaan bisa berjalan secara berkesinambungan,” kata Suharnomo.

Warga Desa Banjarsari menyambut positif program ini. Mereka menilai kehadiran desalinasi sangat membantu, terlebih saat musim kemarau panjang ketika akses air bersih menjadi semakin terbatas.

Dengan perluasan program desalinasi di empat daerah, Pemprov Jateng menargetkan semakin banyak masyarakat pesisir yang dapat menikmati akses air bersih secara merata. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan air dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah.