Jateng Post – Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang semester I tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), berbagai subsektor mengalami lonjakan baik dari sisi investasi, ekspor produk kreatif, maupun peningkatan jumlah pelaku usaha di bidang tersebut.

Kinerja Ekraf Terus Meningkat
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta sektor swasta. Jawa Tengah disebut sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekraf tercepat di Indonesia.
“Dari data semester pertama 2025, nilai investasi di sektor ekonomi kreatif Jawa Tengah naik lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ekspor produk kriya, fesyen, dan kuliner juga menunjukkan peningkatan signifikan,” jelas Riefky dalam keterangannya di Semarang, Sabtu (1/11/2025).
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Menurutnya, sejumlah faktor menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, antara lain peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif, program pelatihan digitalisasi UMKM, serta dukungan infrastruktur ekonomi kreatif di berbagai daerah seperti Solo, Semarang, dan Banyumas.
Baca Juga : Pegiat berkuda memanah Jateng gelar musprov
Selain itu, pemerintah daerah juga aktif menggelar berbagai event promosi seperti festival kuliner, pameran kriya, dan gelaran fashion lokal yang menarik minat investor maupun wisatawan. “Ekonomi kreatif Jawa Tengah semakin adaptif terhadap teknologi digital, sehingga mampu menjangkau pasar global,” tambahnya.
Kontribusi Terhadap Perekonomian Daerah
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, kontribusi sektor ekraf terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng kini mencapai sekitar 14 persen, dengan subsektor kuliner, fesyen, dan kriya menjadi penyumbang terbesar.
“Pertumbuhan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru di daerah. Kami menargetkan pada akhir 2025, kontribusi ekonomi kreatif bisa menembus 15 persen dari total PDRB Jawa Tengah,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui dukungan kebijakan, penguatan sumber daya manusia, dan perluasan akses pasar.
Dengan tren positif ini, Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tengah Indonesia, serta menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengembangkan potensi kreatif lokal yang berdaya saing global.















