Jateng Post – Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2025 menjadi motivasi kuat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk mempercepat pembangunan. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pihaknya mengusung moto kerja kolaboratif yang disebut Super Team, bukan kerja individu. “Kerja kita bukan superman, bukan one man show, tetapi super team, bersama-sama,” ujar Luthfi di Semarang, Jumat (15/8/2025).

Fokus Utama: Pengentasan Kemiskinan
Salah satu poin penting dalam pidato Presiden yang menjadi perhatian adalah target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Menurut Luthfi, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan satu instansi saja, tetapi harus melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga masyarakat. Indikator yang harus digarap mencakup pendidikan, kesehatan, penyerapan tenaga kerja, dan bantuan sosial.
Baca Juga : Tok! KPU Tetapkan Luthfi-Taj Yasin Gubernur-Wagub Terpilih Jateng
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka kemiskinan di Jateng per Maret 2025 turun menjadi 9,48 persen dari sebelumnya 9,58 persen pada September 2024. Bahkan, di Kabupaten Brebes sejumlah masyarakat miskin ekstrem sudah menjalani “wisuda” atau graduasi sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. “Program ini akan kita teruskan ke kabupaten lain agar masyarakat bisa mandiri,” tegasnya.
Peningkatan SDM dan Lapangan Kerja
Selain menekan angka kemiskinan, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Luthfi menekankan pentingnya peran sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja siap pakai. “BLK kita harus bisa menciptakan pekerjaan, maka kita koneksikan dengan investasi yang ada di daerah,” ujarnya.
Dengan cara itu, lulusan BLK diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga langsung terserap oleh lapangan kerja, sehingga angka pengangguran semakin menurun.
Swasembada Pangan dan Stabilitas Harga
Pidato Presiden juga menyinggung pentingnya swasembada pangan. Menyikapi hal itu, Pemprov Jateng berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur hingga 2025 agar target swasembada pangan di 2026 tercapai. Kontribusi Jateng sebagai salah satu lumbung pangan nasional dinilai sangat strategis.
Selain itu, fluktuasi harga bahan pokok terus diantisipasi lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar bersama Bulog serta BUMD. Langkah ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi.
Dukungan DPRD dan Kolaborasi Semua Pihak
Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menyatakan pidato Presiden turut menyulut semangat jajaran legislatif untuk bersama-sama mengatasi tantangan daerah. “Ini harus kita keroyok bersama, mulai dari gubernur, DPRD, ASN, pengusaha, hingga masyarakat. Kita perjuangkan supaya kehidupan masyarakat semakin layak,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi, Pemprov Jateng menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden menuju Indonesia yang lebih sejahtera.















